Saya mulai mempelajari Komunikasi Tanpa Kekerasan (NVC) pada tahun 2006 ketika seorang teman meminjamkan saya Marshall Rosenbergbuku Nonviolent Communication: A Language of Life. Saya merasa lega dan gembira karena buku itu memberikan pencerahan tentang pengalaman-pengalaman yang membingungkan dan menyakitkan dalam beberapa hubungan saya.
Saya mulai memahami lebih banyak tentang reaktivitas dalam diri saya dan orang lain, serta dinamika yang mendasari percakapan-percakapan sulit. Maka dimulailah eksplorasi berkelanjutan tentang mengapa orang mengatakan apa yang mereka katakan dan apa yang mungkin mereka maksudkan dari perspektif yang penuh empati.
NVC (Komunikasi Tanpa Kekerasan) telah menjadi cara ampuh bagi saya untuk terhubung dengan perasaan yang sebelumnya tidak terasa dan kebutuhan bawah sadar. NVC telah menunjukkan kepada saya bagaimana mengungkapkan hal-hal yang tak terucapkan dan hidup lebih selaras dengan apa yang penting bagi saya serta lebih harmonis dengan orang lain.
Saya mulai menawarkan kursus Komunikasi Tanpa Kekerasan (NVC) di London pada tahun 2010. Pada tahun 2014, saya memperoleh kualifikasi sebagai Pelatih Bersertifikat dari Center for Nonviolent Communication (CNVC). Selain memimpin pelatihan publik, saya juga melatih individu dan mengadakan lokakarya intensif reguler yang mencakup sesi tari untuk mendukung penerapan NVC. Saya juga melatih NVC di berbagai organisasi, termasuk misalnya, Tate, Citizens Advice Bureau, H&M, dan NVC Matters CIC.
Saya secara rutin melakukan supervisi rekan sejawat dan mengikuti pengembangan profesional berkelanjutan (CPD). Dalam beberapa tahun terakhir, saya telah menyelesaikan Sertifikasi Pelatihan Berbasis Kebutuhan dan memperdalam kesadaran trauma saya melalui kursus selama setahun tentang Teori Polivagal bersama Deb Dana.
Saya memiliki gelar PGCE di bidang pendidikan orang dewasa dan pernah menjadi guru ESOL (Bahasa Inggris untuk Penutur Bahasa Lain) di Pendidikan Lanjutan selama delapan belas tahun. Saya dilatih dan bekerja sebagai jurnalis untuk publikasi bisnis dan hak asasi manusia. Pekerjaan pertama saya adalah sebagai pekerja sosial di panti asuhan untuk anak-anak yang diasuh.
Selama kurang lebih sembilan tahun, meditasi Vipassana menjadi praktik harian saya dan saya mengikuti retret panjang di Asia dan Inggris. Di atas bantal meditasi itulah saya menyadari bahwa tubuh saya perlu bergerak, lebih dari sekadar duduk, dan tak lama kemudian saya menemukan tarian 5Rhythms. Sejak itu saya terus menari dan menghubungkan berbagai praktik kesadaran dan welas asih. Sekarang saya adalah guru Open Floor Movement Practice yang berkualifikasi. Di sepanjang perjalanan, saya menyelesaikan pelatihan dasar dalam Psikoterapi Proses Inti.
Selama bertahun-tahun saya telah bekerja secara teratur dengan Gerakan Keberadaan (Movement of Being), yang sulit untuk dijelaskan tetapi pada dasarnya tentang menjadi sadar dan rileks dalam pengalaman setiap momen. Ini adalah pengakuan dan penerimaan setiap pikiran, perasaan, dan keadaan, sebuah proses mengenal diri kita sendiri dengan penuh kasih sayang sebagai manusia yang tidak sempurna sekaligus makhluk spiritual.
Berikut beberapa pengalaman yang mendukung integrasi pola pikir NVC (Komunikasi Tanpa Kekerasan) saya.
Saya sangat bersyukur telah memiliki kesempatan untuk bepergian dan tinggal di Afrika Timur dan Selatan serta Asia Tenggara sebagai seorang guru di Kenya, seorang penikmat pesta di Goa, seorang pendaki di Nepal, dan seorang peziarah di Myanmar.