Langsung ke konten utama

Mengungkap Rasa Malu

Kasih Sayang dan Keterhubungan di Setiap Tahap Kehidupan

Liv Larsson

Edisi yang Tersedia - klik untuk membeli di situs penjual

 

Rasa malu memiliki reputasi buruk. Kita semua pernah mengalami bagaimana perasaan malu telah membatasi dan membungkam kita. Tidak heran jika sebagian besar dari kita siap melakukan banyak hal untuk menghilangkan ketidaknyamanan tersebut. Oleh karena itu, pesan buku ini mungkin tampak mengejutkan, karena menyarankan bahwa dengan pendekatan lain; perasaan malu dapat diubah menjadi kepedulian dan kasih sayang.

Penulis berpendapat bahwa semakin baik kita memahami perkembangan manusia, semakin besar rasa welas asih atau kepedulian yang akan kita rasakan. Alih-alih mempermalukan dan menyalahkan, kita dapat berhubungan dengan cara yang lebih membantu.

Beberapa manfaat berteman dengan rasa malu:

  • Kita bisa lebih mudah mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak kita inginkan, tanpa merasa
    hancur jika seseorang menyebut kita egois atau dingin.
  • Kita bisa mengatakan ya pada hal-hal yang kita impikan, tanpa harus sempurna.
  • Kita tumbuh dalam empati seiring dengan semakin jelasnya pemahaman kita terhadap ketidaknyamanan tersebut.
  • Memberikan kesempatan kepada orang dewasa untuk menjadi panutan bagi anak-anak dalam menghadapi
    emosi yang kuat dan tidak nyaman.

“Mengungkap Rasa Malu” mengeksplorasi cara mengungkap tabu budaya tentang rasa malu. Buku ini menyediakan peta perkembangan kita dan didasarkan pada teori perkembangan serta Komunikasi Tanpa Kekerasan (NVC).

Tokoh di balik NVC, Marshall Rosenberg, sering berkata, “jangan pernah melakukan apa pun untuk menghindari rasa malu”. Buku ini sarat dengan saran tersebut. Sebuah buku yang menunjukkan bagaimana perasaan malu yang kompleks memengaruhi kita sebagai anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

Mengungkap Rasa Malu: Belas Kasih dan Koneksi di Setiap Tahap Kehidupan - Sampul Belakang Buku

Pembelian barang dari toko virtual kami membantu mendukung CNVC melalui tautan afiliasi di mana kami dapat memperoleh persentase dari penjualan.
“Unmasking Shame” mengeksplorasi cara mengungkap tabu budaya tentang rasa malu.