Langsung ke konten utama
Potret Jalila Susini-Henchiri

Jalila Susini-Henchiri

Pelatih Bersertifikat sejak 2012

Berbicara bahasa Inggris dan Prancis
Current Country: Switzerland
Negara Asal: Tunisia
Penilai - Menerima kandidat baru


Saya lahir di Tunis, tempat saya dibesarkan dan menghabiskan seluruh masa kecil dan remaja saya sebelum datang untuk belajar di Universitas Lausanne dan memperoleh diploma HEC saya. Sejak itu, saya adalah warga negara Swiss dan saya tinggal di negara ini, tempat saya menikah dan memiliki dua anak. Selama sekitar dua puluh tahun, saya bekerja sebagai ahli di bidang pensiun kerja dan saya juga mengajar di bidang ini, sambil membesarkan anak-anak saya.

Suatu hari, saya membaca buku karya Thomas d'Ansembourg, Berhenti Bersikap Baik, Jadilah Nyata! Kata-katanya sederhana namun bermakna, dan ia menyajikan alat-alat yang langsung ingin saya praktikkan, baik untuk membuat diri saya lebih didengar oleh anak-anak saya maupun untuk lebih memahami mereka, singkatnya, untuk dapat mendidik mereka dalam menggabungkan ketegasan dan kelembutan. Komunikasi Tanpa Kekerasan yang dibicarakan penulis tampak menarik dan saya ingin tahu lebih banyak.

Jadi, saya menghadiri seminar yang diberikan oleh Anne Bourrit, seorang Pelatih Bersertifikat yang berpengalaman. Di sanalah, untuk pertama kalinya, saya benar-benar merasakan kekuatan pendekatan ini yang telah menjadi bagian integral dari hidup saya dan menemani saya setiap hari dalam semua hubungan saya.

NVC bukanlah tujuan itu sendiri, melainkan jalan menuju kemanusiaan diri sendiri dan kemanusiaan orang lain. Dengan menjelajahi dunia batin kita, kita belajar untuk mengenal ketegangan kita sendiri, memahaminya, dan menemukan solusi dalam diri kita untuk meredakannya. Dengan memelihara hubungan dengan kebenaran batin kita, dengan menemukan kekuatan kita, kita memperoleh kebebasan batin yang memungkinkan kita untuk berhubungan dengan semua orang di sekitar kita – keluarga, orang yang dicintai, teman, kolega, dan atasan – tanpa harus mengorbankan keaslian kita.

Seperti piano, tari, atau cat air, seni hidup damai dapat dipelajari dan diwariskan. Zaman kita jelas menunjukkan betapa pentingnya hal itu. Setiap kita memiliki kapasitas untuk berkontribusi pada dunia yang saling menghormati dan memperkaya, di mana keragaman individu, budaya, dan negara diakui dan dihormati. Menjelajahi dan menyelesaikan konflik batin kita adalah kunci untuk menyelesaikan konflik yang kita alami dengan orang lain.

Inilah mengapa mempelajari komunikasi tanpa kekerasan telah menjadi pusat kehidupan pribadi dan profesional saya selama lebih dari sepuluh tahun – di Swiss, Eropa, dan Afrika, baik secara individu (orang dewasa dan orang tua) maupun kolektif (sektor publik dan swasta), melalui dukungan dan pelatihan. Saya akan senang bertemu dengan Anda.

Bahasa utama pelatih

Je suis née à Tunis où j’ai grandi et passé toute mon enfance et ma jeunesse avant de venir faire mes études à l’université de Lausanne et décrocher mon diplôme HEC. Depuis, je suis de nationalité suisse et je vis dans ce pays, où je me suis mariée et j’ai eu deux enfants. Pendant une vingtaine d’années, j’ai travaillé comme expert en prévoyance professionnelle et j’ai également enseigné dans ce domaine, tout en élevant mes enfants.

Un jour, j’ai lu un livre de Thomas d’Ansembourg, Cessez d’être gentil, soyez vrai ! Ses mots étaient simples mais parlants, et il présentait des outils que j’ai tout de suite eu envie de mettre en pratique, à la fois pour mieux me faire entendre de mes enfants et mieux les comprendre, en un mot pour pouvoir les éduquer en alliant fermeté et douceur. Cette communication non violente dont parlait l’auteur semblait fascinante et j’ai voulu en savoir plus.

Alors j’ai été suivre un séminaire donné par Anne Bourrit, formatrice certifiée en Communication NonViolente du Center for Non Violent Communication d’Albuquerque, USA. C’est là que, pour la première fois, j’ai véritablement fait l’expérience de la force de cette approche qui est devenue une partie intégrante de ma vie et m’accompagne au quotidien dans toutes mes relations.


La CNV n’est pas un but en soi, mais un chemin vers sa propre humanité et vers l’humanité de l’autre. En explorant notre monde intérieur, nous apprenons à connaître nos propres tensions, à les comprendre et à trouver en nous-mêmes les solutions pour les désamorcer. En nourrissant le lien à notre vérité intime, en découvrant notre force, nous gagnons une liberté intérieure qui nous permet d’entrer en relation avec tous ceux qui nous entourent – famille, proches, amis, collègues et patrons – sans devoir renoncer à notre authenticité.

Comme le piano, la danse ou l’aquarelle, l’art de vivre en paix s’apprend et se transmet. Notre époque nous montre clairement combien il est vital. Chacun d’entre nous a la capacité de contribuer à un monde de respect et d’enrichissement mutuels, où la diversité des individus, des cultures et des pays est reconnue et honorée. L’exploration et la résolution de nos conflits intérieurs est la clé de la résolution des conflits que nous vivons avec les autres.

Voilà pourquoi l’apprentissage de la communication NonViolente est au centre de ma vie privée et professionnelle depuis plus de dix ans – en Suisse, en Europe et en Afrique, tant dans le cadre individuel (adultes et parents) que collectif (secteurs public et privé), par des accompagnements et des formations. Je serais heureuse de vous rencontrer.

Bagikan halaman ini:

FOKUS PELATIHAN:

  • Bisnis
  • Umum
  • Pengasuhan Anak & Keluarga

Hubungi Jalila Susini-Henchiri

Pintu putar *