Saya berkomitmen untuk mempelajari, mempraktikkan, dan berbagi Komunikasi Tanpa Kekerasan (NVC) dengan harapan dapat berkontribusi pada masyarakat di mana orang dapat terhubung lebih dalam satu sama lain dan hidup sambil menghormati kemanusiaan masing-masing.
Perjalanan saya dengan NVC (Komunikasi Tanpa Kekerasan) dimulai dari keinginan saya sendiri untuk koneksi dan pemahaman yang lebih dalam di tengah berbagai tantangan dan konflik dalam hubungan dan kehidupan. Melalui mempelajari NVC, saya belajar pentingnya mendengarkan bukan untuk mengubah orang lain, tetapi untuk memahami kebutuhan yang ada di dalam diri saya sendiri dan orang lain. Praktik ini telah mengubah hidup saya secara mendalam.
Saat ini, saya berbagi NVC melalui lokakarya, kelompok praktik, program pembelajaran jangka panjang, dan inisiatif pembangunan komunitas. Saya juga menyelenggarakan kesempatan belajar dengan pelatih internasional dan mendukung koneksi antar orang yang mempelajari NVC di Jepang. Dalam beberapa tahun terakhir, saya tertarik pada Konstelasi Keluarga dan pendekatan dialogis serta pengalaman lainnya, mengeksplorasi cara-cara bagi orang untuk memperdalam hubungan mereka dengan diri sendiri dan orang lain.
Bagi saya, NVC bukan sekadar keterampilan komunikasi; ini adalah cara hidup. Melalui hubungan saya dengan keluarga dan teman, kepemimpinan komunitas, dan momen-momen konflik, saya terus belajar bagaimana tetap terhubung dengan diri sendiri sambil memelihara hubungan dengan orang lain. Saya sangat menghargai kemampuan untuk menahan diri dari menjadikan orang lain sebagai musuh, bahkan ketika ada perbedaan, dan untuk mencari pemahaman tentang apa yang sangat penting bagi setiap orang.
Tujuan saya adalah menciptakan dan memperluas ruang di mana orang dapat dengan aman mengekspresikan pikiran dan perasaan otentik mereka, dan terhubung satu sama lain di tengah perbedaan melalui NVC (Nonviolent Communication). Saya berharap dapat berkontribusi pada budaya di mana empati dan dialog bukanlah praktik yang luar biasa, tetapi secara alami dipupuk dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, dan komunitas.
Saya juga bercita-cita untuk tetap menjadi pembelajar dan praktisi seumur hidup. Saya tidak melihat sertifikasi sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai tonggak penting dalam menghayati NVC secara lebih mendalam. Saya berharap dapat terus belajar, mengambil risiko, dan berkembang bersama praktisi lainnya, termasuk belajar dari kesalahan dan tantangan saya.
Yang ingin saya sampaikan kepada orang-orang adalah bahwa NVC bukanlah tentang mempelajari "cara yang benar" untuk berbicara. Sebaliknya, ini adalah kesadaran dan praktik yang memelihara hubungan antarmanusia. Kita semua memiliki keinginan untuk dipahami, memahami orang lain, dan hidup dengan cara yang menghargai apa yang paling berharga bagi kita. Saya percaya NVC menawarkan jalan menuju pembangunan hubungan yang lebih kaya dan masyarakat yang lebih welas asih sambil mendukung aspirasi universal ini.