Erik Peña Salazar lahir di Bolivia dan sebagian besar hidupnya dihabiskan di Kanada. Ia menempuh pendidikan teknik di École Polytechnique de Montréal. Setelah menyelesaikan studinya dan mulai bekerja, ia mendapati “konflik di mana-mana di tempat kerja, dengan ibu dan pacar saya. Dan bukan hanya saya; depresi dan kelelahan kerja adalah hal yang umum, dan saya segera menyadari bahwa itu bukan hanya di tempat kerja saya, tetapi di banyak organisasi.” Ia menulis, “Saya segera menyadari bahwa saya tidak siap untuk sesuatu yang penting: berkontribusi pada kualitas hubungan saya.” Seperti kebanyakan dari kita, ia mulai mencari jawaban atas pertanyaan yang belum bisa ia ungkapkan. “Saya mendengar ada lokakarya,” kenangnya. “Dan saya berkata, Mari kita lihat. Saya pergi, dan saya menyukainya.” Begitulah perkenalannya dengan Komunikasi Tanpa Kekerasan (NVC).
Titik Balik di Tempat Kerja
Suatu hari, atasan Erik masuk ke kantornya dan melampiaskan amarahnya, mengkritik kinerjanya, dan melontarkan beberapa hinaan. Erik baru saja mulai belajar NVC, baru mengikuti satu lokakarya. Dia mendengarkan keluhan pria itu, dan menjawab, “Ketika Anda mengatakan hal-hal seperti itu, itu menyakiti saya. Jadi, lain kali Anda mengatakan hal-hal seperti itu, saya akan meminta Anda untuk meninggalkan kantor saya.”
Erik merenungkan kembali pengalamannya menerapkan NVC (Komunikasi Tanpa Kekerasan) di awal kariernya. Ia mengingat rasa terkejut yang terpendam di antara dirinya dan atasannya. Akhirnya, ia menyelesaikan pemikirannya dengan, “Saya tahu saya tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas perasaan saya, saya sedang menyampaikan ultimatum dan sama sekali tidak peduli dengan kebutuhan atasan saya. Itu bukan NVC yang baik, tetapi itu mengubah hidup saya karena saya terbiasa diam.”
Beberapa saat berikutnya dipenuhi ketegangan. "Dia memerah," kenang Erik, "benar-benar merah." Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, supervisor itu meninggalkan kantor Erik.
Keesokan harinya, Erik dipanggil untuk rapat dengan atasan yang memiliki senioritas lebih tinggi darinya dan atasannya. “Saya sangat takut,” katanya. Tetapi respons yang diterimanya mengejutkannya. “Dia berkata kepada saya, 'Kami tahu seperti apa orang ini, tetapi dia sangat diperlukan karena pengetahuan dan pengalamannya. Kami mohon maaf. Apa yang dapat kami lakukan agar Anda dapat bekerja sama dengan lebih baik?'”
Itu sulit, dan menakutkan. NVC (Komunikasi Tanpa Kekerasan) tidak bertindak seperti tongkat ajaib; itu tidak menghilangkan semua masalah. Tetapi itu mengubah hidupnya. Erik mulai mengartikulasikan kebutuhannya. Masa keheningan, menyimpan semuanya untuk dirinya sendiri dan menderita dalam diam, telah berakhir. Erik telah memasuki ruang komunikasi yang sadar, sebuah prinsip yang akan membimbing hidupnya.
Komunikasi Sadar
Semakin Erik berinvestasi dalam NVC, jalan hidupnya menjadi lebih bebas dan bahagia. “Ibu saya menjadi sahabat terbaik saya. Saya mulai menjalani hidup lebih penuh dan melakukan hal-hal yang penting bagi saya,” katanya. “Saya melakukan pekerjaan saya sebagai seorang insinyur dengan lebih bermakna, benar-benar merasakan, dan membantu rekan-rekan saya. Saya menjadi lebih efisien, dan saya mendapatkan tanggung jawab baru.” Akhirnya, Erik bekerja untuk ayahnya, yang perusahaannya sedang mengalami kesulitan. “Karena saya tidak lagi terikat pada uang, saya bekerja untuknya hanya untuk berada di sisinya.” Senang karena perusahaan ayahnya sekarang berjalan lebih baik, Erik berkata, “Saya pikir menerapkan NVC sangat membantu. Jadi, NVC memberi saya hasil yang luar biasa di tempat kerja dan dalam kehidupan pribadi saya. Jika itu baik untuk saya, mengapa tidak membagikannya kepada orang lain? Itulah mengapa saya memutuskan untuk menjadi pelatih bersertifikat.”
Saat ini, Erik mencurahkan seluruh energinya untuk organisasinya, Communication Synergie, yang menawarkan lokakarya dan pelatihan dalam NVC (Komunikasi Tanpa Kekerasan). Ia melayani kelompok dan individu, keluarga dan remaja.
Dan, ia membawa pemahaman mendalam tentang kesulitan yang dihadapi orang-orang di lingkungan korporat, di mana ia "melihat banyak kasus kelelahan kerja," ke dalam pekerjaannya. Sebagian dari mimpinya, katanya, adalah untuk menjangkau tempat kerja. Untuk tujuan itu, ia "senang" melihat semakin banyak bisnis yang meminta bantuannya untuk mengadopsi NVC (Komunikasi Tanpa Kekerasan).