Perjalanan saya dimulai pada tahun 2016 dengan Komunikasi Tanpa Kekerasan, yang sejak saat itu telah mengubah hidup saya dan memperluas wawasan saya. Melalui tanggung jawab yang saya berikan kepada diri sendiri, saya menjadi lebih mandiri dan telah bertemu dengan seseorang yang sangat istimewa: diri saya sendiri. Jati diri saya.
Dalam proses ini, kekuatan empati sangat menginspirasi saya. Saya tidak akan pernah melupakan momen ketika mentor dan sahabat saya pertama kali menawarkan empati tulusnya kepada saya. Saya didengarkan dengan sepenuh hati dalam kesedihan saya dan terharu hingga menangis. Dalam hubungan dengan diri sendiri ini, saya menyadari bahwa kesadaran penuh (mindfulness) dan welas asih terhadap diri sendiri memainkan peran penting bagi saya. Saya menggabungkan dan mempraktikkan kedua aspek ini dalam aktivitas sehari-hari saya. Dengan demikian, saya terutama menghubungkan prinsip-prinsip NVC (Nonviolent Communication) dengan psikologi Buddhis, yang memungkinkan saya untuk menemukan sisi-sisi baru dari diri saya dan menjalani kesadaran penuh dengan cara yang menyenangkan.
Saat ini, saya sangat yakin bahwa empati adalah fondasi dari segala jenis hubungan. Bagi saya, empati bukan hanya berarti menempatkan diri pada posisi orang lain, tetapi juga membangun jembatan yang menyatukan orang dan menciptakan ruang untuk pertemuan yang tulus.
Sejak 2017, saya telah menawarkan seminar di universitas, sekolah, pusat penitipan anak, dan organisasi nirlaba. Saat ini, saya terutama mendukung organisasi dalam proses transformasi mereka dan memberikan pelatihan bagi para pemimpin dan tim. Fokus saya adalah membuat empati dan koneksi menjadi nyata, serta mempraktikkan mendengarkan secara mendalam dan berbicara dengan penuh apresiasi dalam kelompok dan komunitas. Dalam lingkungan ini, kita dapat belajar dari satu sama lain dan berkembang serta tumbuh secara bebas dan mandiri.
Meine Reise begann 2016 mit der Gewaltfreien Kommunikation, die seitdem mein Leben auf den Kopf gestellt und meinen Horizont erweitert hat. Durch die Verantwortung, die ich mir dabei selbst geschenkt habe, bin ich unabhängiger geworden und habe eine ganz besondere Person kennengelernt: Mich. Mein Wesen.
Dabei hat mich die Kraft der Empathie besonders inspiriert. Ich werde den Moment nie vergessen, als mir meine Mentorin und liebe Freundin das erste Mal ihre wahrhaftige Empathie schenkte. Ich wurde tief in meinem Schmerz gehört und war zu Tränen gerührt. In diesem Kontakt mit mir selbst habe ich festgestellt, dass Achtsamkeit und Selbstmitgefühl eine bedeutende Rolle für mich spielen. Diese beiden Aspekte verbinde ich und praktiziere sie in meinen alltäglichen Tätigkeiten. Dabei verknüpfe ich vor allem die Prinzipien der GFK mit der buddhistischen Psychologie, was mir ermöglicht hat, neue Seiten von mir zu entdecken und Achtsamkeit auf eine spielerische Weise zu leben.
Heute bin ich fest davon überzeugt, dass Empathie die Grundlage für jede Art von Verbindung ist. Für mich bedeutet Empathie nicht nur, sich in andere hineinzuversetzen, sondern auch eine Brücke zu bauen, die Menschen zusammenführt und Raum für echte Begegnungen schafft.
Seit 2017 biete ich Seminare in Universitäten, Schulen, Kitas und gemeinnützigen Organisationen an. Aktuell begleite ich vor allem Einrichtungen in ihrem Transformationsprozess und biete Coachings für Führungskräfte und Teams an. Mein Fokus liegt darin, Empathie und Verbindung erlebbar zu machen sowie tiefes Zuhören und wertschätzendes Sprechen in Gruppen und Gemeinschaften zu praktizieren. In diesem Umfeld können wir voneinander lernen und uns frei und selbstbestimmt entfalten und wachsen.