Langsung ke konten utama

Gagasan Komunikasi Tanpa Kekerasan oleh Para Pemimpin Perempuan dalam Mengatasi Konflik di Kebun Hutan

Lainnya oleh Verani Indiarma. dalam bahasa Inggris (2020)
Universitas Malaysia Kelantan

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan tingkat Komunikasi Tanpa Kekerasan sebagai praktik pelaksanaan otoritas formal bagi perempuan pemimpin di tingkat desa dalam menyelesaikan konflik hutan atau hari-hari konflik di masyarakat. Serta ingin mengetahui efektivitas komunikasi tanpa kekerasan dalam menangani individu dan gejala yang ada di masyarakat. Terdapat empat komponen Komunikasi Tanpa Kekerasan yang disorot dalam penelitian ini, yaitu observasi, perasaan, kebutuhan, dan permintaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi feminis. Penggunaan metode etnografi feminis dianggap tepat untuk mengungkap pengalaman hidup perempuan terkait konflik dan isu lingkungan.

Dari wawancara yang dilakukan langsung di Desa Bandung Jaya, Kepahiang, ditemukan bahwa Kepala Desa yang juga seorang wanita menerapkan empat komponen Komunikasi Tanpa Kekerasan. Dengan demikian, ia sebagai kepala desa mampu menyelesaikan konflik. Dengan penerapan komunikasi humanis, kepala desa berhasil mengubah konflik menjadi dialog damai dalam proses penyelesaian konflik hutan TWA. Sebagai hasil dari pola komunikasi yang diadopsi oleh kepala desa, banyak perubahan telah terjadi di masyarakat.

Terakhir, perempuan memiliki kesadaran kolektif untuk bergerak dan berperan dalam ranah publik.