Langsung ke konten utama

Menyelaraskan Komunikasi Tanpa Kekerasan dengan cita-cita Buddha dan Gandhi

Artikel Jurnal Akademik oleh D Mitra. dalam Bahasa Inggris (2024)
Jurnal Internasional Perdamaian, Pendidikan dan Pembangunan, 12(01): 15-21, Juni 2024

Dunia menghadapi tantangan komunikasi yang penuh kekerasan dan dampaknya yang mengerikan dalam setiap aspek, di semua tingkatan - dari individu hingga keluarga, institusi, masyarakat, bangsa, dan tingkat global. Mempromosikan dan membangun ekosistem Komunikasi Tanpa Kekerasan yang sehat di semua tingkatan adalah kunci untuk mencegah segala bentuk kekerasan dan kebencian. Tradisi filosofis kuno, Buddhisme, mencakup filosofi Tanpa Kekerasan dan mengintegrasikan nilai-nilai, saling menghormati, empati, dan, pada akhirnya, perdamaian. Komunikasi Tanpa Kekerasan merupakan bagian integral dari tradisi Buddha.

Sementara itu, pelopor praktik tanpa kekerasan, yaitu praksis filosofis Gandhian, mengartikulasikan pemahamannya tentang Komunikasi Tanpa Kekerasan (NVC). Praksis ini menekankan disiplin diri, pengendalian diri, dan welas asih. Baik prinsip-prinsip Buddhisme maupun model Komunikasi Tanpa Kekerasan ala Gandhian sangat relevan dengan pembangunan ekosistem komunikasi dalam masyarakat kontemporer.

Makalah ini terutama membahas sentralitas Komunikasi Tanpa Kekerasan (Non-violent Communication/NVC), yang tampaknya melingkupi dunia kontemporer. Makalah ini mengkaji titik temu dan perbedaan antara ajaran Buddha dan prinsip-prinsip Gandhian dalam konteks NVC. Makalah ini mengeksplorasi bagaimana pemikiran Buddha dan Gandhian relevan dengan Komunikasi Tanpa Kekerasan dalam skenario kontemporer dan mengungkap dimensi internal perdamaian untuk dunia yang lebih manusiawi.

Kata kunci: Tanpa kekerasan, Komunikasi tanpa kekerasan, Gandhi, Buddhisme, Perdamaian, Konflik