Empati Fungsional
Pelatihan dan Evaluasi Pelatihan Empati dan Dasar Model Proses Integratif untuk Vermeidung Empati Schurzschlüssigen Handelns
Studi ini meneliti efek pelatihan empati yang dikembangkan sendiri untuk profesi sosial. Karena empati didefinisikan dengan berbagai cara dalam literatur saat ini, definisi integratif diusulkan menggunakan Model Proses Empati (EPM). Menurut model ini, empati dapat dilihat sebagai suatu proses yang menggabungkan aspek-aspek dari sifat kepribadian yang stabil dan kemampuan, yang dapat dilatih dan dikembangkan menjadi keterampilan praktis. Model ini juga memungkinkan untuk menjelaskan perilaku empati yang disfungsional seperti Sirkuit Pendek Empati (ESC). ESC digambarkan sebagai jalan pintas komunikatif untuk menghindari situasi yang tegang secara emosional dengan mengganggu interaksi emosional, sehingga kedua pihak yang terlibat mengalami ketidakpuasan yang menyebar. Diasumsikan bahwa akumulasi reaksi ini dari waktu ke waktu dapat tercermin dalam gejala psikosomatik dan gejala ketegangan emosional. Untuk meninjau tindakan empati seseorang, konsep Komunikasi Tanpa Kekerasan (NVC) oleh Rosenberg disarankan. Program pelatihan yang selanjutnya dijelaskan dalam pengembangannya dan studi evaluatif sebelumnya dibangun berdasarkan konsep NVC. Tujuannya adalah untuk merefleksikan tindakan empati seseorang guna menghindari ESC (Emotional Stress Control) serta untuk menerapkan strategi alternatif dalam menghadapi situasi emosional yang intens dalam konteks kerja sehari-hari di bidang profesi sosial.
Evaluasi program pelatihan disajikan untuk menilai penerimaan dan efektivitasnya di sekolah-sekolah keperawatan dengan total 448 peserta dalam studi longitudinal intervensi-kontrol-kelompok. Perubahan signifikan dapat dicapai dalam memperkuat beberapa kompetensi sosial dan emosional serta dalam mengurangi gejala psikosomatik dan ketegangan emosional. Penerimaan yang lebih tinggi terhadap emosi sendiri dan kemampuan bertindak yang lebih tinggi, yaitu kapasitas untuk bertindak dalam situasi yang tegang secara emosional, merupakan beberapa efek utama dari pelatihan tersebut. Konsep NVC (Nonviolent Communication) tentang keseimbangan antara fokus empati terhadap orang lain dan fokus pada situasi emosional sendiri telah terbukti sebagai strategi yang bermanfaat dalam mengurangi ketegangan emosional dan telah berhasil diimplementasikan dalam program pelatihan untuk profesi sosial. Studi lebih lanjut diperlukan, misalnya, untuk menganalisis efektivitas unit pelatihan secara rinci.