Langsung ke konten utama

Ekspresi tanpa kekerasan dalam komunikasi dan hubungannya dengan kesehatan fisik dan mental

Pengembangan dan validasi sistem pengkodean untuk mengukur ekspresi tanpa kekerasan dalam komunikasi antara pasangan intim dalam situasi konflik

Disertasi Doktoral oleh Young, Lissa Brett dalam Bahasa Inggris (2011)
Universitas Massachusetts

Studi percontohan ini merupakan bagian kedua dari program penelitian yang dirancang untuk mengatasi kurangnya literatur tentang nonkekerasan dalam komunikasi dan kurangnya ukuran yang valid untuk ekspresi nonkekerasan dalam komunikasi. Studi ini menggunakan respons kualitatif terhadap satu skenario yang menggambarkan situasi konflik antara pasangan intim untuk mengembangkan skema pengkodean guna mengukur ekspresi nonkekerasan dalam komunikasi. Sampel beragam yang terdiri dari 247 mahasiswa sarjana di sebuah universitas negeri perkotaan mengisi kuesioner yang mengukur kesehatan fisik dan mental {Short-Form 36 Health Survey (SF-36, Ware & Sherbourne) dan Positive and Negative Affect Schedule (PANAS; Watson & Clark, 1988)}, ekspresi nonkekerasan dalam komunikasi {Elements of Nonviolent Communication Inventory (ENVCI; Young, 2008)}, dan predisposisi nonkekerasan {Nonviolence Test (NVT; Kool & Sen, 1984)}.

Studi eksplorasi ini menemukan dukungan untuk elemen-elemen dari dua model ekspresi tanpa kekerasan dalam komunikasi, model Komunikasi Tanpa Kekerasan (NVC), yang terdiri dari sepuluh tindakan komunikasi yang menentukan isi komunikasi (apa yang dikomunikasikan), dan model Intensitas/Nada (bagaimana seseorang berkomunikasi), dalam membedakan antara komunikasi Tanpa Kekerasan dan Komunikasi Konvensional [Kekerasan] sebagai kontinum yang berbeda. Perbedaan ini memberikan dukungan untuk studi tentang tanpa kekerasan, dan tanpa kekerasan dalam komunikasi, sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar ketiadaan kekerasan. Hasil studi ini memberikan landasan yang menjanjikan untuk penggunaan lebih lanjut, investigasi, dan kemungkinan penyempurnaan sistem pengkodean untuk ekspresi tanpa kekerasan dalam komunikasi. Temuan juga menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kecenderungan lebih besar terhadap tanpa kekerasan menggunakan komunikasi yang lebih positif, atau "hidup". Selain itu, kecenderungan terhadap tanpa kekerasan dalam predisposisi dan dalam komunikasi verbal memiliki kemampuan untuk memprediksi perbedaan dalam kesehatan mental (afek yang lebih positif dan afek yang kurang negatif).