Meningkatkan Kecerdasan Emosional Siswa Melalui Penceritaan Digital yang Dipadukan dengan Dukungan Emosional Berbasis Komunikasi Tanpa Kekerasan
Remaja rentan terhadap tantangan yang berkaitan dengan emosi mereka. Mengintegrasikan strategi komunikasi tanpa kekerasan ke dalam bercerita digital dianggap sebagai intervensi pendidikan yang layak untuk mengatasi tantangan emosional ini secara efektif. Studi ini meneliti dampak program pembelajaran bercerita digital berbasis komunikasi tanpa kekerasan yang dipadukan dengan penguatan emosional terhadap kecerdasan emosional siswa sekolah menengah pertama di Taiwan. Desain pretest-posttest satu kelompok, yang melibatkan empat kelas dengan 120 siswa, digunakan untuk menguji efek intervensi. Data yang diperlukan dikumpulkan melalui Inventaris Kecerdasan Emosional Remaja, wawancara semi-terstruktur, dan analisis konten tanggapan pengguna di platform. Hasil menunjukkan bahwa program bercerita digital secara signifikan meningkatkan kecerdasan emosional siswa, khususnya motivasi diri, manajemen emosi, hubungan interpersonal, dan kesadaran emosional mereka. Lebih lanjut, program ini mengurangi perbedaan gender dalam pendidikan emosional, dengan siswa laki-laki menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan. Wawasan kualitatif mengungkapkan efektivitas komunikasi tanpa kekerasan dalam membantu siswa menyelesaikan emosi negatif mereka dengan tenang dan meningkatkan manajemen emosi serta hubungan interpersonal mereka. Penggabungan latihan komunikasi tanpa kekerasan melalui platform pembelajaran bercerita digital yang diresapi dengan penguatan emosional membantu remaja dalam penyelesaian konflik, sebagaimana dibuktikan dengan peningkatan penerapan langkah-langkah komunikasi tanpa kekerasan. Penelitian ini berkontribusi pada bidang tersebut dengan menekankan efektivitas penggabungan bercerita digital, komunikasi tanpa kekerasan, dan penguatan emosional untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan mengurangi perbedaan gender dalam pendidikan emosional di kalangan remaja.