Pengaruh Program Pendidikan Empati Berbasis Komunikasi Tanpa Kekerasan bagi Mahasiswa Keperawatan
Studi Percontohan Kuasi-Eksperimental
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efek program pendidikan empati komunikasi tanpa kekerasan, berdasarkan model empati siklik yang meliputi harga diri, kemampuan empati, hubungan interpersonal, dan kompetensi komunikasi bagi mahasiswa keperawatan. Partisipan penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan tingkat pertama dari dua perguruan tinggi berbeda di Korea.
Terdapat 62 partisipan: 32 dan 30 masing-masing dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menerima enam sesi masing-masing selama 120 menit. Sesi-sesi tersebut didasarkan pada konten komunikasi tanpa kekerasan dan menggunakan metode pengajaran seperti ceramah, presentasi, aktivitas pribadi, aktivitas kelompok, permainan peran, tugas, dan jurnal reflektif. Data dianalisis dengan persentase, uji χ², uji Fisher's Exact, dan uji t dua kelompok dengan rata-rata independen menggunakan program SPSS 24.0. Terdapat peningkatan signifikan pada harga diri (t = 4,06, p< 0,001), kemampuan empati (t = 5,22, p < 0,001), hubungan interpersonal (t = 5,14, p < 0,001), dan kompetensi komunikasi (t = 5,27, p < 0,001) pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Oleh karena itu, program pendidikan empati komunikasi tanpa kekerasan berdasarkan model empati siklik diharapkan bermanfaat bagi ilmu humaniora dan pendidikan sosial dalam kurikulum keperawatan. Lebih jauh lagi, program ini dapat meningkatkan kompetensi keperawatan berbasis empati multidimensional dalam lingkungan klinis.