Efektivitas Program Pengembangan Komunikasi Tanpa Kekerasan di Kalangan Sampel Anak-Anak
Anak-anak sangat membutuhkan kebebasan, kemandirian, dan efisiensi, serta perlu diakui dan menerima pesan dukungan, kasih sayang, dan keadilan. Pentingnya mengajarkan anak-anak metode komunikasi tanpa kekerasan yang efektif terletak pada membangun hubungan tanpa kekerasan, baik antara anak dengan dirinya sendiri maupun antara dia dengan orang lain.
Komunikasi Tanpa Kekerasan (Nonviolent Communication/NVC) adalah metode komunikasi yang berfokus pada pembentukan hubungan yang penuh empati (Rosenberg, 2003), dan tujuan utama komunikasi tanpa kekerasan adalah untuk menciptakan komunikasi yang lebih baik antarmanusia, dan ini dilakukan dengan menyadari perasaan dan kebutuhan mereka sendiri serta menyadari perasaan dan kebutuhan orang lain, seperti yang dikatakan Rosenberg (2004) yaitu “berkomunikasi dengan apa yang hidup di dalam diri kita” pada saat ini.
Permasalahan penelitian: Permasalahan penelitian ini ditentukan dalam pertanyaan-pertanyaan berikut: Seberapa efektifkah program tersebut dalam mengembangkan Komunikasi Tanpa Kekerasan pada sampel anak-anak?
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mencapai hal-hal berikut: Validasi efektivitas program dalam mengembangkan Komunikasi Tanpa Kekerasan pada sampel anak-anak.
Hipotesis penelitian: Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor rata-rata kelompok eksperimen anak-anak dalam pengukuran sebelum dan sesudah penerapan program pada skala Komunikasi Tanpa Kekerasan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor rata-rata kelompok kontrol anak-anak dalam pengukuran sebelum dan sesudah program pada skala Komunikasi Tanpa Kekerasan. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor rata-rata anak-anak kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam pengukuran pasca-program pada skala komunikasi tanpa kekerasan untuk anak-anak yang lebih baik pada kelompok eksperimen. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor rata-rata kelompok eksperimen anak-anak dalam pengukuran pasca-program dan tindak lanjut penerapan program pada skala komunikasi tanpa kekerasan.
Sampel Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada (40) anak (laki-laki dan perempuan). (20) anak dari kelompok eksperimen dan (20) anak dari kelompok kontrol, berusia antara (9-12) tahun.
Instrumen Penelitian: Penelitian ini mencakup instrumen-instrumen berikut: Program pengembangan Komunikasi Tanpa Kekerasan (disusun oleh peneliti). Skala Komunikasi Tanpa Kekerasan untuk anak-anak (disusun oleh peneliti). Skala kondisi sosial ekonomi keluarga Mesir (disusun oleh: Abdel Aziz el Shakhs, 2013).
Metode Statistik: Uji Wilcoxon. Uji Mann Whitney.
Hasil penelitian: Hipotesis pertama terbukti benar, yaitu terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor rata-rata kelompok eksperimen anak-anak pada pengukuran sebelum dan sesudah penerapan program pada skala Komunikasi Tanpa Kekerasan. Hipotesis kedua terbukti benar, yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor rata-rata kelompok kontrol anak-anak pada pengukuran sebelum dan sesudah program pada skala Komunikasi Tanpa Kekerasan. Hipotesis ketiga terbukti benar, yaitu terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor rata-rata anak-anak kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada pengukuran pasca-program pada skala komunikasi tanpa kekerasan, dengan peningkatan pada kelompok eksperimen. Hipotesis keempat terbukti benar, yaitu tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor rata-rata kelompok eksperimen anak-anak pada pengukuran pasca-program dan tindak lanjut penerapan program pada skala komunikasi tanpa kekerasan.