Langsung ke konten utama

Apakah pendidikan komunikasi tanpa kekerasan meningkatkan empati pada mahasiswa kedokteran Prancis?

Artikel Jurnal Akademik oleh Epinat-Duclos, J., Foncelle, A., Quesque, F., Chabanat, E., Duguet, A., van Der Henst, JB, Rossetti, Y. dalam bahasa Inggris (2021)
Jurnal Internasional Pendidikan Kedokteran, NLM (Medline) 12, 205-218
Tujuan: Mengevaluasi dampak pelatihan komunikasi tanpa kekerasan (NVC) terhadap lima aspek keterampilan empati mahasiswa kedokteran menggunakan pengukuran implisit dan eksplisit.
Metode: 312 mahasiswa kedokteran tahun ketiga Prancis secara acak dialokasikan ke kelompok intervensi (n = 123) atau kelompok kontrol (n = 189). Kelompok intervensi menerima pelatihan NVC selama 2,5 hari. Untuk setiap kelompok, keterampilan terkait empati diukur secara implisit menggunakan tiga tes kognitif (Pengambilan Perspektif Visual-Spasial, Pengetahuan Istimewa, Evaluasi Empati untuk Rasa Sakit) dan secara eksplisit menggunakan dua kuesioner penilaian diri (Skala Empati Dokter Jefferson, Kuosien Empati). Kedua kelompok menyelesaikan tes dan kuesioner sebelum (pra-tes) dan tiga bulan setelah pelatihan (pasca-tes). Tanggapan dikumpulkan melalui perangkat lunak daring, dan data dianalisis menggunakan model campuran linier berpasangan dan Faktor Bayes.
Hasil: Kami menemukan peningkatan signifikan pada skor Skala Empati Dokter Jefferson (JSPE) antara tes pra dan pasca pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol (model campuran linier: 0,95 poin [0,17, 1,73], t(158) = 2,39, p < 0,05), dan efek gender yang diharapkan di mana perempuan memiliki skor JSPE yang lebih tinggi (1,57 poin [0,72, 2,42], t(262) = -3,62, p < 0,001). Tidak ada interaksi antara kedua faktor ini.
Kesimpulan: Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa pelatihan singkat dalam komunikasi tanpa kekerasan meningkatkan empati subjektif tiga bulan setelah pelatihan. Hasil ini menjanjikan untuk efektivitas jangka panjang pelatihan komunikasi tanpa kekerasan terhadap empati mahasiswa kedokteran dan menyerukan pengenalan pelatihan komunikasi tanpa kekerasan di sekolah kedokteran. Studi lebih lanjut harus menyelidiki apakah pelatihan yang lebih lama akan menghasilkan manfaat yang lebih besar dan lebih tahan lama.