Sebuah langkah menuju pencegahan kekerasan
Komunikasi Tanpa Kekerasan sebagai bagian dari kurikulum perguruan tinggi
Hierarki struktural tertanam kuat dalam institusi seperti sistem pendidikan kita. Dapat dikatakan bahwa model semacam ini memperkuat pandangan dunia yang agresif dan menumbuhkan suasana kekerasan. Mengajarkan siswa untuk berkomunikasi dengan penuh kasih sayang seharusnya mendorong empati, mencegah agresi verbal, dan memperkuat pandangan dunia yang lebih damai. Untuk mencapai hal ini, pendidik membutuhkan cara untuk menggantikan hegemoni yang menganggap hierarki dan konflik agresif sebagai sesuatu yang tak terhindarkan. Komunikasi Tanpa Kekerasan (Nonviolent Communication/NVC) karya Marshall Rosenberg(2001) dapat memberikan pendidik alat yang tepat.
Model Rosenberg menentang hegemoni yang berlaku sehingga menjadikannya kandidat ideal untuk dieksplorasi dalam kaitannya dengan isu-isu ini. Makalah ini mengkaji dampak penambahan lokakarya NVC (Komunikasi Tanpa Kekerasan) pada dua jenis kursus komunikasi dan apakah model Rosenberg akan menjadi tambahan yang bermanfaat bagi kurikulum perguruan tinggi.